Kuningan Ambil Peran Wujudkan Swasembada Gula Nasional, Target Tanam Tebu 2026 Lampaui Kuota Pemerintah

3 hari ago 4 Dilihat

Siwindu.com – Kabupaten Kuningan menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Swasembada Gula Nasional 2026. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Gerakan Tanam Serentak Komoditas Tebu di lahan Kelompok Tani Juwet, Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pertanian RI tersebut dihadiri Ketua Kelompok Hukum, Layanan Perizinan dan Humas Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Hadi Dafenta, Direktur Operasional PT PG Rajawali II, General Manager Pabrik Gula Tersana Baru dan Pabrik Gula Sindanglaut, unsur Forkopimcam Cidahu, jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan, penyuluh pertanian, pelaku usaha, hingga para petani tebu.

Gerakan tanam serentak ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat peningkatan produksi gula nasional. Saat ini kebutuhan gula Indonesia mencapai sekitar 8,1 juta ton per tahun, sementara produksi nasional baru sekitar 2,66 juta ton. Kondisi tersebut menyebabkan defisit sekitar 5,44 juta ton yang selama ini masih dipenuhi melalui impor.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayah MSi, mengatakan pengembangan komoditas tebu bukan hanya bertujuan meningkatkan produksi gula, tetapi juga menjadi upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Program ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kejayaan komoditas tebu di Kabupaten Kuningan. Yang dibangun bukan hanya peningkatan produksi gula, tetapi juga penguatan ekonomi petani dan tumbuhnya kembali semangat bertani,” ujarnya.

Menurut Wahyu, pemerintah menjalankan dua strategi utama dalam mengejar target swasembada gula, yakni melalui program bongkar ratoon untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu yang sudah ada serta perluasan areal tanam baru.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian memberikan bantuan benih tebu unggul senilai Rp10 juta per hektare dan bantuan pengolahan lahan sebesar Rp4 juta per hektare. Stimulus tersebut diharapkan mampu mengurangi biaya produksi petani sekaligus mempercepat perluasan areal tanam.

Baca Juga:  Penguatan Program 100 Hari Kerja Bupati, GPM Diskatan Terus Blusukan Jual Murah Pangan

Kabupaten Kuningan sendiri mendapat target pengembangan tebu seluas 250 hektare pada tahun 2026. Namun hingga saat ini, usulan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) telah mencapai 267 hektare atau melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme petani serta kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN gula, penyuluh pertanian, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan Swasembada Gula Nasional 2026,” kata Wahyu.

Dalam sambutannya, Wahyu juga menyampaikan pesan inspiratif kepada para petani dengan mengibaratkan filosofi tebu sebagai cerminan kehidupan.

“Tebu mengajarkan kita bahwa hidup yang manis tidak lahir dari kenyamanan, tetapi dari proses panjang yang penuh kesabaran,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan di sektor pertanian merupakan hasil dari kerja keras dan ketekunan para petani.

“Manisnya tebu bukan hadiah alam semata, melainkan hasil doa, kerja keras, dan ketekunan petani yang tidak pernah menyerah,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Wahyu mengajak seluruh petani untuk terus menjaga semangat dalam membangun pertanian Indonesia.

“Kalau ingin hidup terasa manis, belajarlah dari tebu: tumbuh dengan sabar, berakar kuat, dan tetap memberi manfaat hingga akhir,” pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *