SIWINDU.COM – Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Partai NasDem, Dewi Anggraeni Firdaus, menunjukkan kepeduliannya terhadap hak pendidikan anak dengan turun langsung mengadvokasi seorang siswa SMK yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
Siswa bernama Indah tersebut diketahui sempat tidak bersekolah dan tidak mengikuti ujian karena menunggak biaya sekolah selama beberapa bulan. Kondisi ekonomi keluarga yang kian terpuruk setelah sang ayah meninggal dunia belum lama ini, membuat anak tersebut berada dalam situasi rentan kehilangan hak pendidikannya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian sosial, Dewi Anggraeni Firdaus mendatangi langsung pihak sekolah bersama siswa yang bersangkutan untuk melakukan pendampingan dan advokasi, agar pihak sekolah dapat memberikan keringanan.
“Anaknya sangat bersemangat ingin tetap sekolah, meski kondisi ekonominya benar-benar di bawah. Saya datang langsung ke kepala sekolah untuk meminta agar dibantu, digratiskan, dan tetap bisa menyelesaikan pendidikannya,” ujar Dewi, Kamis (5/2/2026).
Upaya tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah. Kepala sekolah menyatakan kesediaannya untuk membantu meringankan beban siswa tersebut agar tetap bisa mengikuti proses belajar hingga lulus.
“Alhamdulillah, pihak sekolah sangat responsif dan punya empati. Ini membuktikan bahwa ketika semua pihak bergerak bersama, anak-anak kita tidak harus kehilangan masa depannya hanya karena faktor ekonomi,” tambahnya.
Dewi juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah membuka ruang solusi dan mengedepankan nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan. Ia menegaskan, pendidikan adalah hak dasar setiap anak yang tidak boleh terputus oleh kondisi ekonomi keluarga.
Menurutnya, sebagai anggota legislatif (Aleg), sudah menjadi kewajiban moral untuk hadir dan membantu masyarakat lemah, terutama dalam persoalan krusial seperti pendidikan.
“Ini bukan sekadar tugas politik, tapi tanggung jawab kemanusiaan. Negara dan wakil rakyat harus hadir memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan hak pendidikannya,” tegas Dewi.
Selain itu, Dewi juga mengaku telah mengirimkan laporan dan dokumentasi kepada Bupati Kuningan agar persoalan serupa mendapat perhatian lebih luas dan bisa ditangani secara sistemik ke depan.
“Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan wakil rakyat sangat penting untuk mencegah anak-anak dari keluarga kurang mampu putus sekolah, sekaligus menjaga masa depan generasi penerus bangsa. Saya juga sudah menyampaikan ke Pak Bupati agar ada bantuan Rutilahu untuk rumah Neng Indah, soalnya sudah tidak layak huni,” pungkas putri dari Kepala Desa Linggasana Kecamatan Cilimus, Hj Henny Rosdiana itu.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini