Keren! Waroeng Rakyat Siap Beri Reward Masyarakat, Bukan ke Pejabat

Keren! Waroeng Rakyat Siap Beri Reward Masyarakat, Bukan ke Pejabat
Forum diskusi Waroeng Rakyat menggelar konferensi pers kick-off Pangajen Rakyat Pinunjul 2026, di Saung Kopi Hawu, Minggu (19/4/2026). Foto: Mumuh Muhyiddin/Siwindu.com
4 hari ago 43 Dilihat

Siwindu.com – Forum diskusi warga Waroeng Rakyat tak sekadar meluncurkan program Pangajen Rakyat Pinunjul 2026, tapi juga membongkar cara pandang lama tentang siapa yang layak mendapat penghargaan. Bukan pejabat, bukan elite, melainkan masyarakat kecil yang selama ini bertahan dan memberi dampak nyata di lingkungannya.

Dalam konferensi pers di Saung Kopi Hawu, Minggu (19/4/2026), Ketua Pelaksana M Dzikri Caesar R memaparkan alasan kuat di balik lima kategori penghargaan yang diangkat.

Ia menyoroti realitas getir para guru honorer yang puluhan tahun mengabdi dengan gaji jauh di bawah UMR, namun tetap mampu menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi. Begitu pula guru ngaji yang hidup sederhana, bahkan di bawah garis layak, tetapi punya pengaruh besar dalam membentuk karakter masyarakat.

“Ini yang kita lihat sebagai pahlawan nyata. Mereka mungkin tidak terlihat, tapi dampaknya luar biasa,” ujarnya.

Pada kategori petani, Dzikri menegaskan pihaknya tidak membidik pemilik lahan besar, melainkan mereka yang setiap hari turun ke sawah, buruh tani atau penggarap, yang justru menjadi tulang punggung sektor pertanian Kuningan.

“Potensi pertanian kita besar, bahkan surplus. Tapi yang kita angkat adalah orang-orang yang bekerja di dalamnya, bukan hanya yang punya lahan,” tegasnya.

Sementara pada kategori pedagang kecil, panitia melihat sektor ekonomi mikro sebagai penyelamat di masa krisis, termasuk saat pandemi. Perputaran ekonomi dari warung kecil, pedagang kaki lima, hingga usaha rumahan dinilai menjadi fondasi ketahanan ekonomi masyarakat.

Kategori buruh dan marbot pun tak luput dari perhatian. Dzikri menyebut, kisah hidup marbot, yang mengurus masjid, mengajar ngaji, hingga menggantikan imam, sering kali luput dari perhatian, padahal memiliki dampak sosial yang besar. Termasuk kalangan pemuda penggerak sosial, seperti Karang Taruna, juga menjadi salah satu objek seleksi.

Baca Juga:  100 Hari Kerja Dian-Tuti Dibedah Warung Rakyat, Ketua DPRD Sentil SKPD Penyebab WDP

“Cerita-cerita seperti ini yang menggugah kami. Mereka bekerja dalam diam, tapi kontribusinya nyata,” katanya.

Program ini dibuka mulai 20 April hingga 20 Mei 2026, dengan dua jalur pendaftaran mandiri dan usulan masyarakat. Selanjutnya, panitia akan melakukan proses supervisi dan verifikasi data guna memastikan kandidat benar-benar sesuai kriteria, termasuk kondisi ekonomi dan dampak sosialnya.

Tahapan seleksi oleh tim panitia seleksi (pansel) dijadwalkan berlangsung hingga Juli, dengan target puncak acara pada akhir Agustus atau awal September 2026.

“Yang kita jaga adalah prosesnya. Data yang masuk ke pansel harus valid, bukan sekadar cerita, tapi terkonfirmasi di lapangan,” tegas Dzikri.

Pendaftaran dan pengusulan dilakukan melalui WhatsApp di nomor 0857 93769623, dengan kewajiban menyertakan data diri lengkap serta kategori yang diikuti.

Ketua Steering Committee, Ilham Ramadhani, menambahkan, program tersebut tidak berhenti pada seremoni penghargaan. Menurutnya, Waroeng Rakyat ingin memastikan para “local heroes” yang terpilih mendapatkan akses lanjutan, baik dalam bentuk pembinaan, jejaring, hingga peluang ekonomi.

“Kita tidak ingin ini seperti festival, diangkat, lalu selesai. Kita ingin ada keberlanjutan. Misalnya, kalau ada pelaku usaha kecil, kita coba sambungkan dengan akses yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, sasaran utama program tersebut adalah masyarakat menengah ke bawah, termasuk guru non-ASN, tokoh lokal, hingga individu inspiratif di lingkungan sekitar yang selama ini belum tersentuh perhatian. Program ini dirancang berjalan selama kurang lebih tiga setengah bulan, mulai dari penjaringan, penyaringan, hingga penilaian akhir.

Dari sisi pendanaan, Ilham menyebut berasal dari kontribusi berbagai pihak, termasuk jejaring donatur yang tengah disiapkan untuk mendukung keberlanjutan program sosial, seperti bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga:  17 Tahun Waroeng Rakyat, Yusup Dandi: Perkuat Spirit Diskusi Lintas Generasi

Selain penghargaan simbolik, panitia juga menyiapkan total hadiah senilai puluhan juta rupiah. Namun lebih dari itu, Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 ingin membangun kesadaran publik bahwa definisi prestasi tidak melulu soal jabatan, kekayaan, atau gelar akademik.

“Ini tentang mereka yang setiap hari melawan keterbatasan, baik ekonomi, akses, bahkan fisik, tapi tetap bertahan dan memberi manfaat bagi sekitarnya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *