SIWINDU.COM – Panitia Seleksi (Pansel) secara resmi mengumumkan hasil Ujian Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha (PDAU) Kuningan periode 2026-2031, Kamis (5/2/2026). Tiga nama dinyatakan lolos dan akan melaju ke tahapan wawancara akhir oleh Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Pengumuman yang tertuang dalam laman resmi Pemda Kuningan tersebut, mengacu pada Pasal 8 ayat (1) Peraturan Bupati Kuningan Nomor 35 Tahun 2020 tentang Tata Cara Seleksi Pemilihan dan Pengangkatan Anggota Direksi dan Anggota Dewan Pengawas Perumda Aneka Usaha Kuningan.
Dalam ketentuan tersebut disebutkan, UKK menghasilkan paling sedikit tiga calon Direktur untuk selanjutnya disampaikan kepada KPM sebagai peserta wawancara akhir.
Berdasarkan hasil UKK, Pansel menetapkan Adang Kurniawan SE sebagai peraih nilai tertinggi dengan skor 7,120, disusul Rudi O’ang Ramdhani SPdI dengan nilai 7,065, serta Ilham Wahyudi AMD ST IPM dengan nilai 7,003.
Meski berada di peringkat kedua, nama Rudi O’ang Ramdhani justru dinilai sebagai figur paling siap untuk menjawab tantangan berat yang kini dan ke depan dihadapi PDAU Kuningan. Penilaian tersebut disampaikan Sutiasa, pengamat komunikasi publik asal Kecamatan Kramatmulya yang saat ini berdomisili di Jakarta.
Menurut Sutiasa, Rudi O’ang memiliki pengalaman panjang di bidang sosial dan politik, serta pemahaman kuat terhadap dinamika pemerintahan daerah. Pengalamannya sebagai mantan anggota DPRD Kabupaten Kuningan menjadi modal penting dalam membaca kebijakan publik, membangun jejaring strategis, serta mengarahkan BUMD agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman.
“PDAU membutuhkan sosok yang berpengalaman, komunikatif, dan memiliki jaringan luas. Rudi O’ang memenuhi kriteria itu,” ujar Nana, sapaan akrabnya, saat menghubungi Siwindu.com, Jumat (6/2/2026).
Ia menilai, kemampuan komunikasi publik yang dimiliki Rudi O’ang patut menjadi pertimbangan serius KPM. Dengan komunikasi yang baik, manajemen PDAU diyakini bisa ditata lebih terarah, profesional, dan terbuka, sehingga mampu membangun kepercayaan publik dan mitra usaha.
Lebih lanjut, Nana menegaskan, Bupati Kuningan selaku KPM nantinya akan memilih satu dari tiga calon yang benar-benar dapat dipercaya sebagai penopang usaha Pemerintah Daerah. Tantangan PDAU ke depan dinilai tidak ringan, terlebih di tengah kondisi APBD Kuningan yang sedang menghadapi tekanan dan membutuhkan kontribusi nyata dari sektor usaha daerah.
Ia juga menekankan agar tidak lagi terjadi peristiwa direktur PDAU yang mundur di tengah masa jabatan. Menurutnya, konsistensi kepemimpinan menjadi kunci utama dalam memperbaiki kinerja BUMD.
“Tidak boleh lagi ada direktur yang berhenti di tengah jalan. Kalau itu sampai terjadi lagi, apalagi dilakukan oleh Rudi O’ang, saya tentu akan sangat kecewa. Usaha itu tidak melulu soal modal, tetapi jejaring luas menurut saya sangat menentukan, bisa menggaet banyak rekanan di luar sana yang butuh partner usaha,” tegasnya.
Meski demikian, Nana mengaku optimistis kegagalan memimpin PDAU tidak akan terjadi lagi. Ia yakin, dengan pengalaman, jaringan, serta gagasan usaha yang kreatif dan inovatif, Rudi O’ang mampu membawa PDAU Kuningan keluar dari pola lama yang stagnan.
Menurutnya, tata kelola usaha PDAU ke depan harus lebih progresif dan tidak hanya berkutat pada pengelolaan unit usaha yang sudah ada, seperti beberapa objek wisata. Dibutuhkan terobosan dan inovasi agar PDAU mampu membuka peluang usaha baru dan memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Diketahui, ketiga calon Direktur tersebut akan mengikuti tahapan wawancara akhir oleh KPM. Dari proses tersebut, akan ditetapkan satu orang Direktur PDAU Kuningan periode 2026-2031 yang selanjutnya diangkat melalui Keputusan Bupati Kuningan dan dilantik secara resmi oleh Bupati Kuningan selaku KPM.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini