SIWINDU.COM – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengungkapkan sejumlah capaian pemerintahannya selama hampir 11 bulan menjabat. Salah satunya keberhasilan menyelesaikan persoalan tunda bayar yang selama ini menjadi pekerjaan rumah berat Pemkab Kuningan.
Hal itu disampaikan Bupati Dian saat bersilaturahmi dengan puluhan wartawan dari berbagai media lokal Kuningan di RM Imah Amih, Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Selasa (10/2/2026).
Di hadapan insan pers seusai makan siang, Dian mengawali pertemuan dengan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas peran media sebagai mitra strategis pemerintah daerah, dalam menyampaikan informasi yang mencerdaskan masyarakat.
“Saya sampaikan terima kasih kepada teman-teman pers atas kemitraan, dukungan, dan support-nya. Komunikasi dan informasi yang disampaikan media sangat membantu kami dalam membangun daerah,” ujar Dian.
Meski demikian, Dian juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kuningan, atas berbagai keterbatasan selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Tuti Andriani.
“Tidak terasa sudah hampir 11 bulan kami menjabat. Dengan segala kekurangan, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang belum terselesaikan. Membangun daerah itu tidak mudah, apalagi dengan kondisi fiskal Kuningan yang tidak seideal daerah lain,” ungkapnya.
Dian menegaskan, salah satu fokus utama di awal kepemimpinannya adalah menyelesaikan beban keuangan daerah, termasuk tunda bayar yang sempat membayangi APBD. Ia bersyukur, persoalan tersebut perlahan bisa diselesaikan meski dengan kondisi keuangan yang terbatas.
“Alhamdulillah, pada tikungan-tikungan tertentu kita bisa menyelesaikan tunda bayar. Walaupun utang-piutang masih ada, tapi secara bertahap kita selesaikan dan terus dievaluasi,” katanya.
Selain persoalan fiskal, Dian juga menyoroti sektor pertanian yang menurutnya masih menyimpan banyak persoalan klasik, mulai dari kelangkaan benih hingga mahalnya pupuk. Ia menilai, persoalan tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan kebijakan yang tepat dan konsisten.
“Contohnya benih. Ketika kita berikan benih gratis dan bersertifikat, ternyata hasilnya efektif. Panen bisa meningkat dari dua kali menjadi tiga kali, kualitasnya juga jauh lebih baik,” jelasnya.
Begitu pula dengan pupuk, kata Dian, meski subsidi yang diberikan tidak besar, namun mampu menekan beban petani dan berdampak pada stabilitas produksi pangan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, mantan Sekda Kuningan era Bupati Acep Purnama ini juga menyinggung capaian ekonomi daerah yang dinilainya masih cukup membanggakan di tingkat Jawa Barat, meskipun terdapat tantangan penurunan di beberapa indikator.
Ia menegaskan, pemerintah daerah ke depan akan lebih fokus pada program-program yang efektif dan berdampak langsung kepada masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Kita ingin kembali ke program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sedikit tapi berdampak. Perjalanan dinas dan kegiatan seremonial kita pangkas,” tegasnya.
Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Dian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan bersyukur, seraya berharap Kuningan terus mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk insan pers.
“Saya tidak menampik, masih banyak kekurangan. Tapi dengan kebersamaan, dukungan, dan kesabaran, kita bisa berjalan bersama untuk Kuningan yang lebih baik,” pungkasnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini