Setahun Kepemimpinan Dian-Tuti, Bukti Kerja Terukur dan Diakui Publik Versi Jamparing

Setahun Kepemimpinan Dian-Tuti, Bukti Kerja Terukur dan Diakui Publik Versi Jamparing
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar didampingi Wakil Bupati Tuti Andriani menyampaikan refleksi satu tahun kepemimpinan dalam acara di Pendopo Kuningan, Senin (16/2/2026). Foto: kuningankab.co.id
Februari 17, 2026 14 Dilihat

Siwindu.com – Satu tahun kepemimpinan Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Tuti Andriani (Dian-Tuti) menjadi fase krusial yang tak hanya diwarnai tantangan fiskal, tetapi juga capaian terukur yang mulai dirasakan masyarakat.

Refleksi setahun pemerintahan ini memperlihatkan satu benang merah, antara kerja pembangunan dan tingkat kepuasan publik yang berjalan selaras.

Berdasarkan survei Jamparing Research, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Kuningan mencapai 88,84 persen. Angka tersebut menjadi indikator kebijakan yang ditempuh dalam satu tahun terakhir mendapatkan legitimasi publik.

Refleksi satu tahun kepemimpinan Dian-Tuti digelar di Pendopo, Senin (16/2/2026), dengan nuansa kearifan lokal. Pentas Teater Sado menggambarkan perjalanan pemerintahan selama setahun, disusul peluncuran lagu “Kuningan Melesat” dan penayangan video capaian kinerja.

Sejak resmi memimpin Kabupaten Kuningan 20 Februari 2025 dengan visi Kuningan Melesat (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh), pasangan Dian-Tuti dihadapkan pada tekanan fiskal yang tidak ringan. Pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp111 miliar, gagal salur Dana Bagi Hasil (DBH) Rp78 miliar, serta target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum optimal menjadi tantangan awal.

Namun strategi rasionalisasi anggaran diterapkan secara terukur. Efisiensi belanja dilakukan tanpa mengorbankan sektor prioritas. Hasilnya, kondisi fiskal mulai stabil. Tunda bayar senilai Rp96,7 miliar berhasil diselesaikan pada September 2025, lebih cepat dari jadwal, dan tahun anggaran 2025 ditutup tanpa tunda bayar maupun gagal bayar.

“Pembangunan yang sehat dimulai dari fondasi fiskal yang kuat,” tegas Dian dalam refleksinya.

Stabilitas tersebut berdampak langsung pada sektor riil. Sebesar Rp53 miliar dialokasikan untuk perbaikan 153 ruas jalan di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan. Infrastruktur dipandang sebagai akses strategis bagi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Sekretariat DPRD Kuningan Dinilai Terendah Versi Jamparing, Tugas Berat Menanti Sekwan Baru Guruh Irawan

Pada sektor ekonomi makro, tren positif mulai terlihat. Angka kemiskinan turun menjadi 10,74 persen, atau sekitar 12.160 warga keluar dari garis kemiskinan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 7,59 persen. Bahkan pertumbuhan ekonomi melonjak hingga 9,11 persen pada triwulan III 2025, menjadikan Kuningan salah satu daerah dengan pertumbuhan tertinggi di Jawa Barat.

Lebih dari 13.000 lowongan kerja dibuka dalam 100 hari kerja pertama. Penguatan UMKM, pertanian, dan investasi daerah menjadi fokus kebijakan. Di sektor pertanian, 337 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp10 miliar disalurkan guna meningkatkan produktivitas.

Kuningan turut berkontribusi pada capaian produksi padi Jawa Barat sebesar 10,2 juta ton dan nasional 60,37 juta ton GKG. Transformasi birokrasi juga dilakukan melalui digitalisasi layanan publik. Pemerintah daerah mendorong sistem pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Akses telekomunikasi dipercepat hingga kini hanya menyisakan satu desa dengan status blank spot seluler.

Sejumlah penghargaan tingkat provinsi dan nasional turut diraih sepanjang 2025, mulai dari apresiasi tata kelola pemerintahan, pembinaan BUMD, keterbukaan informasi publik, pengendalian inflasi, hingga pembangunan daerah. Meski capaian kinerja dan survei menunjukkan tren positif, Dian menegaskan komitmen untuk terus berbenah.

“Integritas moral menuntut kami untuk berani mengakui di mana langkah yang tersandung. Kami membuka ruang kritik dan saran demi perbaikan ke depan,” ujarnya.

Menutup refleksi, Dian dan Tuti menyampaikan pencapaian satu tahun ini bukanlah kerja individu, melainkan hasil kolaborasi seluruh elemen, mulai dari ASN, Forkopimda, pemerintah desa, pelaku usaha, petani, komunitas, hingga masyarakat luas.

Acara refleksi tersebut dibalut dengan rangkaian acara, dengan pakaian yang dikenakan berupa pangsi sebagai ciri khas masyarakat Sunda. Acara dihadiri anggota DPRD Jabar Fraksi Golkar pituin Kuningan, Dudi Pamuji, para Ketua parpol, tokoh masyarakat, para Ketua Organisasi, serta undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *