Kuningan Jadi Daerah dengan Pertumbuhan Ekonomi Tercepat di Jawa, Kok Bisa?

Oktober 30, 2025 12 Dilihat

Siwindu.com – Kabupaten Kuningan mencatat sejarah baru dalam peta pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kuningan tumbuh 10,42 persen secara tahunan (year-on-year) pada paruh pertama tahun 2025, menjadikannya daerah dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Pulau Jawa.

Dalam Rakor Inflasi Nasional yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (27/10/2025), capaian luar biasa ini bahkan menjadi sorotan. Kuningan dinilai berhasil menjaga momentum ekspansi ekonomi di tengah tekanan ekonomi nasional dan global.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi motor utama pertumbuhan. Komponen ini berkontribusi 6,64 persen pada Triwulan I dan 5,72 persen pada Triwulan II (c-to-c).

Secara tahunan, konsumsi rumah tangga tumbuh 8,73 persen pada Triwulan I dan 6,22 persen pada Triwulan II. Capaian ini menunjukkan daya beli masyarakat Kuningan tetap terjaga, ditopang oleh meningkatnya aktivitas perdagangan, perputaran ekonomi lokal, serta stabilnya harga kebutuhan pokok.

Meskipun ada perlambatan ringan di triwulan kedua, konsumsi rumah tangga masih menjadi pondasi utama kekuatan ekonomi daerah. Keterangan ini disampaikan melalui rilis yang dikirim Diskominfo ke sejumlah media di Kuningan.

Disebutkan, sinyal kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Kuningan semakin kuat. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), indikator utama investasi, tumbuh 1,91 persen pada Triwulan I dan meningkat menjadi 2,20 persen pada Triwulan II (c-to-c).

Dari sisi tahunan, pertumbuhan investasi bahkan melonjak dari 8,15 persen menjadi 10,90 persen. Tren ini menunjukkan meningkatnya aktivitas sektor konstruksi, perdagangan, properti, hingga UMKM, seiring dengan dorongan pemerintah daerah terhadap proyek-proyek infrastruktur publik dan pengembangan usaha produktif.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tercatat masih mengalami kontraksi, yakni -0,78 persen pada Triwulan I dan -0,75 persen pada Triwulan II.

Baca Juga:  Sentil Ketua DPRD, Yudi Budiana: Jangan Ragukan BPS, Ini Lembaga Resmi Negara!

BPS menyebut, hal ini disebabkan oleh realisasi belanja yang masih terbatas di awal tahun anggaran. Namun proyeksi menunjukkan belanja publik akan meningkat signifikan pada semester kedua, seiring percepatan pelaksanaan program strategis daerah.

Kategori “lainnya” yang mencakup ekspor netto dan perubahan inventori juga mencatat hasil positif. Pertumbuhannya mencapai 2,00 persen pada Triwulan I dan 2,93 persen pada Triwulan II (c-to-c).

Secara tahunan, kenaikannya luar biasa, dari 26,02 persen menjadi 39,11 persen. Ini menandakan peningkatan kinerja perdagangan luar daerah serta perbaikan stok produksi di sektor industri dan perdagangan lokal.

BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi yang impresif ini turut didorong oleh Program 100 Hari Kerja Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar.

Beragam program nyata seperti perbaikan infrastruktur jalan, subsidi pupuk, benih padi gratis, penebaran bibit ikan, gerakan pangan murah, bantuan stimulant bagi PKL, hingga penyediaan lowongan kerja, terbukti menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Selain itu, penyelesaian tunda bayar juga ikut memperkuat kepercayaan pelaku usaha dan investasi di daerah.

Menanggapi capaian ini, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan, pemerintah daerah akan terus menjaga momentum pertumbuhan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

“Kita tidak sedang mengejar statistik, tapi kesejahteraan. Pertumbuhan ekonomi yang sejati adalah ketika rakyatnya tersenyum, bukan hanya grafiknya yang naik,” ujar Bupati Dian dalam keterangannya.

Ia menegaskan, pemerintah akan mempercepat realisasi belanja publik, memperkuat sektor riil, dan membuka ruang investasi rakyat agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkeadilan dan berdampak nyata.

BPS memproyeksikan tren positif ini akan berlanjut hingga akhir 2025. Belanja pemerintah diprediksi meningkat seiring pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur dan masuknya sejumlah investasi baru.

Baca Juga:  Pasar Baru Tercemari Tumpukan Sampah, Bupati Dian Meradang!

Dengan daya beli yang kuat, investasi yang meningkat, serta dukungan kebijakan fiskal yang efektif, perekonomian Kuningan kini memasuki fase ekspansi yang kuat dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *